Fungsi dan Kriteria Kesejahteraan Sosial

KESEJAHTERAAN SOSIAL
Sistem kesejahteraan sosial merupakan subsistem dari masyarakat yang lebih besar yang memberikan sanksi-sanksi dan dukungan-dukungan terhadapnya.Sebagai subsistem, kesejahteraan sosial mempunyai fungsi khusus yakni mengatasi masalah yang ada kaitannya dengan penyesuaian-penyesuaian sosial dan relasi-relasi sosial.Dalam perkembangan proses sosial terbentuk siklus : organisasi-disorganisasi-reorganisasi. Siklus tersebut berkaitan dengan fungsi kesejahteraan sosial.Kesejahteraan sosial berfungsi sebagai reorganisasi dari adanya disorganisasi.Artinya kesejahteraan sosial berfungsi mengembalikan funsionalitas peranan – peranan sosial dari suatu sistem yang telah mengalami gangguan atau kerusakan akibat adanya perubahan. Fungsi kesejahteraan sosial secara umum adalah sebagai penunjang pembangunan di bidang-bidang lainnya seperti pembangunan sektor ekonomi. Tiap negara mempunyai tingkat ekonomi yang berbeda, maka terdapat perbedaan pula pada penekanan fungsi kesejahteraan sosial.Dapat disimpulkan fungsi kesejahteraan sosial adalah sebagai berikut :
  • Fungsi penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif) 
  • Fungsi pencegahan ( reventifc ) 
  • Fungsi pengembangan ( promotif,developmental ) 
  • Fungsi penunjang ( suportif )
Dalam menyelsaikan masalah-masalah sosial yang makin beragam diperlukan adanya kriteria – kriteria tertentu tentang cara penanggulangan yang lebih tepat danefisien. Wilensky dan Lebeaux mengemukakan lima kriteria untuk menentukan usaha kesejahteraan sosial :
a.  Formal organization
Usaha-usaha kesejahteraan sosial merupakan suatu organisasi yang formal.
b. Social sponsorship and accountability
Usaha kesejahteraan sosial diselenggarakan oleh masyarakat atas dukungan dari masyarakat.
c.  Absence of profit motive as dominant program purpose
Tidak ada motif mencari keuntungan sebagai tujuan yang menonjol dalam suatu program.
d. Fucntional generalization an integrative view of human needs Memiliki fungsi yang bersifat umum yaitu ada kebulatan pandangan tentang kebutuhan-kebutuhan manusia yang memerlukan bantuan dan perlu dipenuhi.
e. Direct concern with human consumption needs
Secara langsung berhubungan dengan konsumsi kebutuhan-kebutuhanmanusia.Berdasarkan kriteria-kriteria diatas dapat dikatakan bahwa kesejahteraan sosialmencakup berbagai komponen seperti program-program, pelayanan-pelayanan, peraturan atau perundang-undangan, tanggung jawab masyarakat dan para petugas pelaksana,
 
Terbentuknya lembaga-lembaga kesejahteraan sosial merupakan realisasi darikriteria-kriteria pertama tentang organisasi formal. Dilihat dari segi praktek pekerjaan sosial, lembaga kesejahteraan sosial dapat dilihat dari tempat kedudukan (setting) , program dan pelayanannya di mana pekerja sosial menjalankan tugas operasionalnya. Gordon Hamilton membagi dalam dua golongan, yaitu primary setting dan secondary setting.
Primary setting misalnya pada lembaga kesejahteraan sosial keluarga dan anak di mana metode-metode dan praktek pekerjaan sosial diterapkan dalam keseluruhan kegiatan.
Sedangkan dalam secondary setting pekerjaan sosial merupakan salah satu bagian dari keseluruhan metode dan pelayanan.
Arthur Dunham mengedepankan klasifikasi lembaga kesejahteraan sosial menurut naungannya, lapangan kerja dan wilayah geografinya. Menurut naungannya adalah berupa lembaga pemerintahan dan swasta. Sedangkan menurut lapangan kerja sesuai fungsinya dapat dikelompokkan menjadi 9 jenis, yaitu kesejahteraan keluarga, kesejahteraan anak, kesehatan, cacat tubuh, kesehatan mental, pelanggar-pelanggar dewasa, rekreasi dan pendidikan informal, perencanaan, koordinasi, dan program pembangunan, dan lain-lain yang meliputi departemen kesejahteraan negara bagian dan berbagai badan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Untuk klasifikasi berdasarkan wilayah geografinya terdiri dari lokal, regional-nasional, regional-internasional dan internasional. Dari berbagai jenis lembaga kesejahteraan sosial dapat pula dikelompokkan menjadidua golongan yaitu lembaga terapi dan lembaga sosialisasi.Lembaga-lembaga kesejahteraan sosial dalam pelayanannya tidak membedakan golongan, ras maupun atas dasar ideologi dan kepercayaannya.Kegiatannya antara lain mencakup bantuan dan pelayanan serta mengembangkan usaha-usaha sosial serta usaha-usaha kesejahteraan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *