Kesejahteraan

Kehidupan yang didambakan oleh semua manusia di dunia ini adalah kesejahteraan. Baik yang tinggal di kota maupun yang di desa, semua mendambakan kehidupan yang sejahtera. Sejahtera lahir dan bathin. Namun, dalam perjalanannya, kehidupan yang dijalani oleh manusia tak selamanya dalam kondisi sejahtera. Pasang surut kehidupan ini membuat manusia selalu berusaha untuk mencari cara agar tetap sejahtera. Mulai dari pekerjaan kasar seperti buruh atau sejenisnya, sampai pekerjaan kantoran yang bisa sampai ratusan juta gajinya dilakoni oleh manusia. Jangankan yang halal, yang harampun rela dilakukan demi kesejahteraan hidup.

Kesejahteraan menurutut paradigma sentra bisnis UKM adalah hakikat pembangunan yang mencakup bidang kehidupan yang luas. Secara praktis, Semua upaya ini perlu “tindakan” untuk memungkinkan setiap ‘orang’ agar dapat menikmati kehidupan yang kreatif, sehat dan sejahtera.

Dalam konteks mensejahterakan rakyat telah menjadi perhatian yang universal karena berkaitan dengan hak-hak hidup manusia, sebagaimana telah dilaporkan UNDP menjelang Word Summit for Social Development pada Maret 1995 di Copenhagen. Masalah ini mencakup tujuh unsur perlindunganyakni : 1) Perlindungan ekonomi. 2) Perlindungan makanan. 3) Perlindungan kesehatan. 4) Perlindungan lingkungan. 5) Perlindungan sosial. 6) Perlindungan polusi dan 7) Perlindungan pendidikan.

Semua unsur ini berkaitan dengan pembangunan manusia yang mengarah kepada Global Human Security Fund (Boer & Koekkoek:1994). Sejak krisis multidimensi yang mengawali proses reformasi, masalah fundamental ekonomi Indonesia ditandai dengan adanya kesenjangan antar daerah, antar sektor ekonomi, dan antar golongan penduduk. Keadaan ini yang sesungguhnya sudah terjadi sejak awal orde baru, telah memunculkan problema pengangguran, kemiskinan dan ketertinggalan kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Mereka adalah kelompok yang sangat rentan terhadap dampak krisis karena tidak memiliki akses kepada sumber daya ekonomi, terutama modal, sumber daya alam, teknologi, kesehatan, dan pendidikan, selain tidak mampu berperan serta dalam pembangunan dan kegiatan sosial ekonomi produktif.

Manusia atau angkatan kerja merupakan salah satu faktor produksi, sehingga bila timbul pengangguran pada suatu masyarakat berarti alokasi sumber daya dan produksi nasional relatif kurang normal. Karena itu, penyediaan lapangan kerja merupakan salah satu prioritas pembangunan di Indonesia, sebagai cara untuk memperluas pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya agar rakyat dapat hidup secara layak.

Kabar dan Informasi terbaik

Berikan Nilai
Total Nilai 0/0
Mari Berbagi, Share anda Care

Tinggalkan Balasan

Nilai :

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *